Urgensi Tadrib ‘Askari (Latihan Kemiliteran)

Urgensi Tadrib ‘Askari (Latihan Kemiliteran)

Diposting pada

Urgensi Tadrib ‘Askari (Latihan Kemiliteran)

 

Sebuah renungan, “Kemenangan telah dijanjikan Allah bagi orang-orang yang beriman. Namun bukan berarti itu semua akan datang tiba-tiba. Sejarah mencatat, kemenangan yang diraih kaum muslimin tidak lepas dari bala’ dan ujian berat. Mereka sempat merasakan pedihnya penyiksaan, sepinya keterasingan, dan pahitnya hijrah meninggalkan keluarga, harta, dan kampung halaman. Ujian ini pun belum cukup untuk menebus kemenangan yang dijanjikan. Mereka masih harus mempertahankan jiwa dan raga serta menginfakan harta di jalan Allah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hampir-hampir umat-umat lain mengerumuni kalian dari segenap penjuru sebagaimana (mereka mengerumuni) hidangan di atas piring besar.” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah karena jumlah kita sedikit saat itu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Pada saat itu jumlah kalian banyak, tetapi kalian seperti buih air bah. Akan dicabut rasa segan dan hormat dari hati-hati musuh kalian, dan akan dijadikan pada hati kalian al-wahn.” Mereka bertanya, “Apa al-wahn itu?” Nabi menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

I’dad (persiapan) dalam rangka jihad ada 2 macam, yaitu:

Pertama, I’dad imani, yakni dengan ilmu syar’i dan tazkiyah (menyucikan jiwa). Allah Ta’ala berfirman, “Dia membacakan atas mereka ayat-ayat Allah dan menyucikan jiwa mereka dan mengajari mereka kitab dan hikmah.” (QS. Al-Jumu’ah: 2)

Kedua, I’dad maady (materi), yakni dengan menyiapkan kekuatan, selalu berlatih, dan berinfaq dijalan Allah. Firman Allah, “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah, niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.” (QS. Al-Anfal: 60)

Dalam menafsirkan ayat ini, terdapat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi. Ingatlah kekuatan itu melempar, ingatlah kekuatan itu melempar, ingatlah kekuatan itu melempar.” (HR. Muslim)

Ini adalah tafsir (langsung) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atas ayat tersebut. Maka, hadits ini menjelaskan bahwah al quwwah (kekuatan) yang diperintahkan Allah untuk dipersiapkan adalah kekuatan militer dari segala rupa persenjataan lempar, sekaligus berlatih dengannya. Adapun tarbiyah dan tazkiyah, maka termasuk I’dad imani dalam rangka jihad yang juga wajib hukumnya.

Sesungguhnya urgensi tadrib ‘askari adalah karena keberadaannya sebagai salah satu bentuk I’dad dalam rangka jihad. Jihad adalah solusi bagi umat Islam dalam upaya melepaskan diri dari kehidupan yang rendah lagi hina pada zaman ini.

Gambar Gravatar
Saya adalah seorang penulis yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun, saya memulai blog kisahsahabat.com  ini untuk membantu menyalurkan semua ide yang saya punya dan untuk membantu masyarakat indonesia mendapatkan informasi yang berkualitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.